Malaikat berjubah hitam ini sering dikenal sebagai malaikat pencabut
nyawa. Kematian adalah suatu kepastian yang akan terjadi pada setiap
makhluk hidup. Tapi, tak ada satu pun yang tahu kapan ajal akan
menjemputnya. Apabila saatnya tiba pun, kita tidak dapat mengelak dan
tidak dapat menghindarinya.
Waktu berlalu kian cepat, mulai dari kelahiran, berkembang menuju
anak-anak, remaja, dewasa, dan tua, hingga saatnya ajal menjemput. Tapi
tak perlu menunggu hingga tua untuk kembali kepada-Nya. Sekarang ini,
sudah banyak orang yang lebih muda sudah meninggal dunia. Hal ini
dikarenakan manusia tidak dapat menghindari kapan ia akan dijemput oleh
malaikat maut.
Malaikat maut datang bukan karena permintaan kita ataupun kemauan kita.
Ia datang atas perintah-Nya. Bahkan ia datang tanpa kita sadari dan
tiba-tiba kita menghadap Allah SWT. Dikisahkan dalam beberapa cerita
bahwa malaikat maut menampakkan dirinya dengan sosok berjubah hitam
dengan tudung di kepalanya. Terkadang ia ditampilkan dengan tongkat di
tangannya. Dialah malaikat yang akan mencabut nyawa dan mengantarkan
kita menuju alam kubur. Inilah sosok berjubah hitam yang dipercaya
sebagai malaikat kematian.
Kuburan akan menjadi rumah kita setelah mati dan sebagai tempat
bersinggah sebelum datang hari kiamat. Apakah kita akan mendapatkan
nikmat atau adzab di dalam kubur? Hal ini tergantung bagaimana kita
hidup di dunia, karena dunia adalah ladang untuk menabung segala bentuk
kebaikan dan amal ibadah. Apabila di dunia kita tidak mengumpulkan bekal
menuju akhirat maka saat di alam kubur pun kita sudah akan mendapatkan
azab. Siksaan akan kita rasakan ketika di alam kubur jika tidak memiliki
amal. Lantas bagaimana kita bisa membayangkan siksaan di neraka kelak?
Tak ada yang bisa menemani kita di dalam kubur. Disebutkan bahwa setelah
7 langkah keluarga atau saudara kita pulang dari pemakaman kita, maka
akan datang dua malaikat penjaga alam kubur, yakni Munkar dan Nangkir.
Akan ada beberapa pertanyaan mengenai siapa Tuhan kita, siapa Rasul
kita, apa agama kita dan lain sebagainya. Meskipun pertanyaan itu
terlihat sederhana dan muda, tapi jika kita tidak menginternalisasi
agama dan ajaran Islam di dalam hati, maka menjawabnya bukan perkara
yang mudah.
Bagi orang yang beriman, siksaan kubur sudah menjadi peringatan yang
luar biasa, apalagi siksaan neraka. Mengingat siksaan yang akan mereka
dapatkan saat di alam kubur dan neraka membuat mereka menjadi muslim dan
muslimah yang sejati dimana keimanan dan ketaqwaan menjadi suatu hal
yang penting di dalam hidup. Oleh karena itu, mereka berlomba-lomba
melakukan kebaikan sebagai bekal di akhirat kelak sebelum sosok pencabut
nyawa datang menjemputnya.
Betapapun panjang dan berat perjalanan yang kita lalui, harta yang telah
kita cari sebanyak-banyaknya, persahabatan yang telah kita jaga
sebaik-baiknya, persaudaraan yang telah terjalin, pada akhirnya semua
itu akan kita tinggalkan. Hanya amal yang akan ikut bersama kita. Jadi,
sejauh-jauhnya kita berjalan ke sana dan kemari tapi muaranya akan tetap
pada ketiadaan. Mimpi didatangi orang berjubah hitam dapat menjadi
suatu pertanda jika kematian semakin dekat.
Berdasarkan penjelasan di atas, kita tahu bahwa kematian akan datang
pada kita kapan saja dan dimana saja. Oleh karena itu, kita harus
mempersiapkan diri sebaik-baiknya dengan melakukan berbagai ibadah dan
amalan, tidak hanya wajibnya saja tapi banyak amalan sunnah yang bisa
kita lakukan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar